SURAT EFESUS adalah salah satu tulisan yang paling penting yang pernah ditulis. Surat ini adalah tulisan yang paling disukai John Calvin, dan Raymond Brown mengklaim bahwa, di antara tulisan-tulisan Paulus, hanya Roma yang dapat menandingi Efesus “sebagai tulisan yang bisa memberi pengaruh paling besar bagi pemikiran dan kerohanian orang Kristen.” Surat Efesus tidak hanya memiliki pengaruh …
Tinggal melayani terus menerus selama lebih dari satu setengah tahun di kota niaga yang besar seperti Korintus merupakan sesuatu yang tidak biasa bagi musafir kawakan seperti Paulus. Tanpa perlu waktu lama, sebuah jemaat Kristus terbentuk di sana, yang mana jemaat intinya adalah hasil dari sekelompok orang yang memisahkan diri dari sinagoge setempat. Dalam waktu singkat, komposisi jemaat ini be…
Perjanjian Baru mengandung dua surat atas nama Petrus. Surat-surat ini termasuk kumpulan surat-surat yang dikenal sebagai Surat-surat Am (Umum). Karena berbagai alasan, surat-surat tulisan Petrus ini tampaknya agak dibayangi oleh korespondensi yang dijalin oleh Rasul Paulus. Sebab itu surat-surat Petrus memerlukan perhatian yang saksama. Apabila sang rasul diberi kesempatan penuh untuk berbicar…
Surat 1 dan 2 Tesalonika ini termasuk dalam kumpulan dokumen-dokumen rasuli yang paling tua, yang tersimpan bagi kita dalam Alkitab. Kedua surat ini ditulis oleh trio misionaris yang berpergian melintasi tanah Yunani, yaitu : Paulus, Silwanus, dan Timotius. Setelah terpaksa meninggalkan Tesalonika, mereka melanjutkan pengajaran lisan mereka kepada yang masih muda itu secara tertulis. Para angg…
Dari semua tulisan di Perjanjian Baru, Surat 2 Petrus dan Yudas mungkin adalah tulisan yang tidak banyak menarik perhatian pembaca. Siapakah penulis Surat 2 Petrus masih menjadi kontroversi, belum lagi Surat Yudas terkenal sebagai karya yang paling diabaikan dalam Perjanjian Baru. Meskipun demikian, kedua surat tersebut tidak boleh kita lewatkan begitu saja. Tafsiran ini mimilih posisi membela …
In 1943, when all hope was threatened by the inhumanity of war, C.S. Lewis was invited to give a series of BBC lectures addressing the central issues of modern life. More than half a century after the original lectures, they continue to retain their poignancy. First heard as informal radio broadcasts, the lectures were then published as three books and subsequently combined as Mere Christianity…
"A young man who wishes to remain a sound Atheist cannot be too careful of his reading. There are traps everywhere . . . God is, if I may say it, very unscrupulous." This book is not an autobiography. It is not a confession. It is, however, certainly one of the most beautiful and insightful accounts of a person coming to faith. Here, C.S. Lewis takes us from his childhood in Belfast through …
Sebagai salah satu introduksi yang paling populer dan dicintai mengenai iman Kristen yang pernah ditulis, Mere Christianity telah terjual sebanyak jutaan kopi di seluruh dunia. Buku ini menyajikan secara utuh siaran legendaris Lewis pada tahun-tahun peperangan, siaran-siaran yang dimaksudkannya untuk sekadar "menjelaskan dan membela kepercayaan yang umum bagi hampir semua orang Kristen di segal…
In many ways C. S. Lewis predicted the future. "He foresaw the rise of trends we're currently experiencing: ethical emotivism, the sometimes unquestioned authority of science, and the increasing use of technology by states to control their populations." -The Gospel Coalition, Joseph A. Kohm Jr. The Abolition of Man discusses why we shouldn't always listen to only reason and cut out our emoti…
In The Great Divorce, C.S. Lewis again employs his formidable talent for fable and allegory. The writer finds himself in Hell boarding a bus bound for Heaven. The amazing opportunity is that anyone who wants to stay in Heaven, can. This is a starting point for an extraordinary meditation upon good and evil, grace and judgment. Lewis?s revolutionary idea is the discovery that the gates of Hell a…