Berbagai gejala psikologis yang tidak sehat dan melumpuhkan seperti kesombongan, sensitivitas yang berlebihan, sikap defensif, selalu berusaha menyenangkan orang lain, dapat ditelusuri kepada akarnya di dalam kerohanian yang buruk, yaitu tidak adanya pengenalan yang benar akan Allah dan diri sehingga membesarkan manusia tetapi mengecilkan Allah. Penulis mengupas permasalahan ini dan jawabannya …
Apakah Anda lelah untuk mendapatkan penerimaan dan menghindari penolakkan? Tekanan kelompok, saling ketergantungan, rasa malu, harga diri rendah--inilah istilah yang digunakan untuk mengidentifikasikan bagaimana orang dapat dikendalikan oleh opini orang lain. Mengapa begitu pentingnya kita disukai orang lain? Mengapa penolakkan menjadi hal yang traumatik? Jawaban Edward T. Welch yang dalam dan…
"~Sebuah penyembahan yang salah Apakah kita akan menyembah diri dan keinginan-keinginan kita sendiri, ataukah kita akan menyembah Allah yang sejati? Alkitab menunjukkan keadaan para pecandu yang sesungguhnya: Seperti tamu-tamu di perjamuan yang diselenggarakan oleh perempuan bebal?, para pecandu telah berada di dalam dunia orang mati (Amsal 9:13-18). Tidak bisakah kita melepaskan diri dari keca…
"God revealed himself in Jesus Christ!” Christian faith has confessed and proclaimed this message for nearly two thousand years. But what does it really mean? In God the Revealed Michael Welker delves into this declaration and shows how it offers genuine insight into Christian faith. He asks "Who is Jesus Christ for us today?” and approaches the answer from five different angles -- the hist…
"~This volume brings together leading theologians, biblical scholars, scientists, philosophers, ethicists, and others to explore the multidimensionality and depth of the human person. Moving away from dualistic (mind-body, spirit-flesh, naturalmental) anthropologies, the book's contributors examine human personhood in terms of a complex flesh-body-mind-heart-soul-conscience-reason-spirit spectr…
"It takes no courage to sign up as a Protestant." With these words, David Wells opens his bold challenge to the modern church. In this volume, Wells offers the summa of his critique of the evangelical landscape, as well as a call to return to the historic faith, one defined by the Reformation solas (grace, faith, and Scripture alone), and to a reverence for doctrine. "The Courage to be Protesta…
Dalam buku ini Wells mengungkapkan tumpang tindih yang terjadi antara iman Kristen dan dunia modern. Analisisnya yang menyeluruh ini mengamati runtuhnya theologi di dalam Gereja, dunia Pendidikan, dan budaya Kristen sambil mempertanyakan masa depan iman Kristen konservatif dan mendorong terjadinya kebangunan di dalam theologi Injil.
Hilangnya Kebajikan Kita merupakan karya ketiga Wells yang menyoroti degradasi dalam kehidupan rohani kaum Injili, khususnya dalam hal moral. Semakin berakarnya pemikiran modern yang menonjolkan manusia justru berbuah semakin merosotnya nilai manusia dan terurainya integritas moral manusia itu sendiri. Di manakah peran orang Kristen dan Gereja dalam hal ini? Mengapa dalam banyak hal Gereja just…
David Wells berkeyakinan bahwa orang Kristen dan gereja-gereja Injili kontemporer semakin menyingkirkan Allah dari pusat kehidupannva. Menelusuri tren-tren perubahan dalam budava religius pada umumnva dan kehidugan gereja Injili pada khususnya, mulai dari Zaman Modern yang begitu meninggikan manusia sampai Zaman Postmodern ini, Wells menunjukkan bagaimana perkembangan ilmu pengetahuan dan tekno…
Dalam dunia postmodern, setiap pandangan memiliki tempatnya tetapi tidak satu pun yang berhak mengklaim otoritas final. Bagaimanakah gereja mengakui Kristus di dalam konteks kultural saat ini? Mengatasi Segala Kuasa Dunia, buku keempat dari seri yang dimulai pada tahun 1993 dengan Tiada Tempat bagi Kebenaran (No Place for Truth) ini menggambarkan dunia barat dengan segala kompleksitas, kemajuan…